Akibat Kabari Hoax Dan Gambar Mayat, Media-Media Ini Terkena Sanksi KPI

Kabar hoax yang beredar ketika tragedi Bom Tamrin terjadi rupanya dimakan juga oleh media massa. Hingga Komisi Penyiaran Indonesia harus menjatuhkan sanksi kepada beberapa televisi dan radio. Demikian seperti tertera dalam laman resmi KPI, Jumat (15 Januari 2016).

Media tersebut melakukan Pelanggaran Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 & SPS) KPI 2012. Televisi yang mendapatkan sanksi adalah TVONE, Indosiar dan INEWS, sedangkan radio yang dijatuhkan sanksi adalah ELSHINTA. 

TVOne sempat mengeluarkan breaking news dengan menampilkan visualisasi mayat yang tergeletak di dekat Pos Polisi Sarinah yang terkena ledakan. Gambar tersebut ditayangkan tanpa adanya penyamaran (blur), sehingga terlihat secara jelas.

TVOne juga sempat menampilkan informatsi tidak akurat melalui running text. Tertulis,  “Ledakan Terjadi di Slipi, Kuningan, dan Cikini”. Meski telah dikoreksi, namun beredarnya kabar tersebut telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Stasiun televisi Indosiar dalam siaran "Patroli" pada pukul 11.05 menampilkan potongan gambar yang memperlihatkan visualisasi mayat yang tergeletak di dekat Pos Polisi tanpa disamarkan.

Visualisasi mayat korban ledakan juga ditemukan pada program Breaking News di INEWS TV. Selain itu, program ini juga menampilkan informasi yang tidak akurat “Ledakan Juga Terjadi di Palmerah”. Padahal berita tentang ledakan di tempat lain itu tidak benar. 

Sementara stasiun radio El Shinta menyampaikan berita tidak akurat berupa lokasi ledakan selain di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta. 

Keempat lembaga penyiaran tersebut mendapat sanksi administratif berupa teguran tertulis.

Like Tulisan

Berikan jempol terbaik anda untuk like tulisan ini